Suasana senja di pondok terasa berbeda. Langit mulai menguning keemasan, angin sore berhembus lembut, dan halaman pondok dipenuhi wajah-wajah ceria para santri yang menanti waktu berbuka. Momen iftar bersama bukan sekadar makan setelah seharian berpuasa, tetapi menjadi saat yang penuh makna, kebersamaan, dan kebahagiaan.
Sejak sore hari, para santri sudah tampak sibuk. Ada yang membantu menata hidangan, menyusun gelas dan kurma, ada pula yang membersihkan tempat agar acara berjalan rapi dan nyaman. Aroma teh hangat dan gorengan mulai tercium, menambah rasa harap menjelang adzan Maghrib.
Ketika adzan berkumandang, seluruh santri serempak membaca doa berbuka. Suara mereka menyatu dalam lantunan harap kepada Allah ﷻ. Senyum merekah, rasa syukur terpancar. Kesederhanaan hidangan tak mengurangi kebahagiaan, justru mempererat rasa persaudaraan di antara mereka.
Iftar bersama di pondok bukan hanya tentang mengenyangkan perut, tetapi tentang menguatkan ukhuwah. Para santri duduk bersaf, berbagi makanan, saling mendahulukan, dan bercengkerama dengan penuh kehangatan. Tawa ringan terdengar di sela-sela santapan, menghadirkan suasana yang hangat dan penuh cinta.
Momen ini juga menjadi pengingat akan indahnya kebersamaan dalam ketaatan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ dalam hadits riwayat At-Tirmidzi:
“Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu Rabb-nya.”
Kebahagiaan saat berbuka begitu nyata terpancar dari wajah para santri. Bagi mereka, kebersamaan ini adalah nikmat yang tak ternilai. Terlebih ketika iftar tersebut merupakan hasil kepedulian para donatur yang dengan tulus berbagi rezeki.
Kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh donatur atas sedekah iftar maupun sahur, kami mendoakan bersama para santri agar bapak ibu donatur mendapatkan pahala yg berlipat, keberkahan rezkinya serta mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat,,,aamiin






Tinggalkan Komentar