Terdapat 3 pokok yang harus kita pegang dalam hidup yaiut: islam, iman dan ihsan.
Islam berkaitan dengan ibadah fisik, belum tentun yang ibadah fisiknya bagus sama dalam hal keimanannya. Dalilnya dalam Surat Al-Hujurat Ayat 14
۞ قَالَتِ ٱلْأَعْرَابُ ءَامَنَّا ۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا۟ وَلَٰكِن قُولُوٓا۟ أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ ٱلْإِيمَٰنُ فِى قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِن تُطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمَٰلِكُمْ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya: Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Sedangkan iman adalah keyakinan dalam hati. Makan iman dan islam seperti 2 mata koin tidak bisa saling terpisah.
Apakah semua orang diberi keimanan? Tidak
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللهَ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ وَمَنْ لاَ يُحِبُّ ، وَلاَ يُعْطِي الإيْمَانَ إِلاَّ مَنْ يُحِبُّ
“Sesungguhnya Allah memberi dunia pada orang yang Allah cintai maupun tidak. Sedangkan iman hanya diberikan kepada orang yang Allah cintai.” HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad no. 275 dan Imam Ahmad no. 3490.
Sahabat Abu ad-Darda` Uwaimir al-Anshaari rahimahullah berkata,
الإِيْمِانُ يَزْدَادُ وَ يَنْقُصُ
“Iman itu bertambah dan berkurang.”
Berati iman bisa usang, bisa berkurang serta iman bisa bertambah atau diperbaharui.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
إنّ الإِيمانَ لَيَخْلَقُ في جَوْفِ أحدِكُمْ كما يَخْلَقُ الثَّوْبُ فاسْأَلُوا اللَّهَ تعالى أن يُجَدِّدَ الإِيمانَ في قُلُوبِكُمْ
“Sesungguhnya iman akan usang di dalam tubuh kalian sebagaimana usangnya baju, maka hendaknya kalian memohon kepada Allah agar Allah memperbarui keimanan dalam hati-hati kalian” (HR Al-Haakim no 5 dan dihasankan oleh Al-Haitsami dalam Maj’ma’ Az-Zawaaid 1/212 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 1585)
Apa penyebab iman menjadi turun dan usang?
- Kemaksiatan
Karenanya terkadang cahaya hati seorang mukmin diliputi oleh kabut kemaksiatan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنَ الْقُلُوْبِ قَلْبٌ إِلاَّ وَلَهُ سَحَابَةٌ كَسَحَابَةِ الْقَمَرِ ، بَيْنَا الْقَمَرِ مُضِيْءٌ إِذْ عَلَتْهُ سَحَابَةٌ فَأَظْلَمَ ، إِذْ تَجَلَّتْ عَنْهُ فَأَضَاءَ
“Tidak ada satu hatipun kecuali ada semacam awan sebagaimana awan yang menutupi rembulan. Tatkala rembulan sedang bersinar tiba-tiba ada segumpal awan yang menutupinya hingga menjadi gelap. Jika telah pergi meninggalkan rembulan maka (kembali) bersinar” (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di Al-Hilyah 2/196 dan dihasankan oleh Al-Albani no 2268)
Jika iman kita futur, maka cek aktivitas kita dalam sehari. Lakukan muhasabah. Apakah ada kemaksiatan? Maka itu penyebab iman menurun.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan satu dosa, maka akan ditorehkan pada hatinya satu titik hitam. Jika ia bertaubat dan berhenti dari dosa tersebut serta memohon ampun, maka hatinya akan dibersihkan kembali. Namun, jika ia terus menambah dosa, maka titik hitam itu akan bertambah hingga menutupi seluruh hatinya. Itulah penutup (raan) yang disebutkan oleh Allah dalam Al-Quran (Surah Al-Muthaffifin ayat 14
- Teman bergaul yang jelek
sabda beliau,
- الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seorang itu berada di atas agama kekasihnya (teman dekatnya), maka hendaknya salah seorang kalian melihat siapa yang menjadi kekasihnya.
- Kebodohan. Orang yang lalai, orang yang bodoh tidak berpengetahuan akan cenderung berkurangnya rasa takut. Contoh tidak mengetahui fitnah kubur, ancaman akhirat akhirnya tidak takut bermaksiat.
Yang meningkatkan keimann
- Istighfar
- Duduk dengan orang soleh
- Mencari ilmu
- Beramal sholeh
