Info Sekolah
Sabtu, 18 Apr 2026
  • Dibuka pendaftaran santri baru, klik: spmb.alfaradis.com
  • Dibuka pendaftaran santri baru, klik: spmb.alfaradis.com
29 Januari 2023

Larangan Menuduh

Ming, 29 Januari 2023 Dibaca 21898x

Larangan Menuduh

  1. Larangan menuduh orang lain fasik dan kafir
    عن أبي ذر رضي الله عنه أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقول: «لا يَرْمِي رَجُل رَجُلًا بِالفِسْقِ أو الكُفْر إلا ارْتَدَّتْ عليه، إن لم يَكُنْ صَاحبه كذلك».
    [صحيح] – [رواه البخاري]

Dari Abu Żarr -raḍiyallāhu ‘anhu- secara marfū’, “Janganlah seseorang menuduh orang lain dengan kefasikan atau kekafiran, melainkan kalimat tersebut akan kembali kepadanya jika orang yang dituduh tidak pantas menyandangnya.”
Hadis sahih – Diriwayatkan oleh Bukhari

  1. Larangan menuduh perempuan baik berbuat zina
    Sesungguhnya orang-orang yang menuduh perempuan baik-baik, polos, dan beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat dan mereka akan mendapat azab yang besar. (QS An-Nur: 23)
  2. Larang menghina orang berbuat dosa:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من عير أخاه بذنب لم يمت حتى يعمله
Rasulullah bersabda “Barang siapa menghina saudaranya sebab suatu perbuatan dosa, niscaya ia tidak akan mati sebelum melakukan dosa yang sama” (HR Turmudzi).

  1. larangan menuduh yang tidak padanya
    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
    مَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ ، أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ
    “Barang siapa berkata (menuduh) seorang mukmin dengan sesuatu yang tidak ada padanya, maka Allah akan menempatkannya dalam radghatul khabaal (nanah dan darah penduduk Neraka), hingga dia terlepas dari apa yang dia ucapkan (berkata sesuai kenyataan tentang saudaranya)” (HR. Abu Dawud no. 3597, ath-Thabrani no. 13435, al-Hakim no. 2222, al-Baihaqi no. 11223 dan Ahmad no. 5385, hadits dari Ibnu Umar, Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no. 6196)

Teladan para ulama untuk tidak mudah melabeli seseorang:

  • Buya Hamka diminta menshalati jenazah Bung Karno. Sebagian pihak mencegah Buya Hamka dengan alasan Bung Karno itu Munafik dan Allah telah melarang Rasul menshalati jezanah orang Munafik (QS al-Taubah:84). Buya Hamka menjawab , “Rasulullah diberitahu sesiapa yang Munafik itu oleh Allah, lha saya gak terima wahyu dari Allah apakah Bung Karno ini benar Munafik atau bukan.” Maka Buya Hamka pun menshalati jenazah Presiden pertama dan Proklamator Bangsa Indonesia. Itulah sikap ulama yang shalih. Beliau sadar bahwa memberi label terhadap orang lain merupakan hak prerogatif Allah.
  • Kitab Aqidah Thahawiyah yang menjadi pegangan ulama salaf mengingatkan kita semua:
    “Kami tidak memastikan salah seorang dari mereka masuk surga atau neraka. Kami tidak pula menyatakan mereka sebagai orang kafir, musyrik, atau munafik selama tidak tampak lahiriah mereka seperti itu. Kami menyerahkan urusan hati mereka kepada Allah ta’ala”.
  • Imam al-Ghazali juga telah mengingatkan kita semua dalam kitabnya Bidayah al-Hidayah:
    “Janganlah engkau memvonis syirik, kafir atau munafik kepada seseorang ahli kiblat (orang Islam). Karena yang mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati manusia hanyalah Allah SWT. Jangan pula engkau ikut campur dalam urusan hamba-hamba Allah dengan Allah SWT. Ketahuilah, bahwa pada hari kiamat kelak engkau tidak akan ditanya : ‘mengapa engkau tidak mau mengutuk si Anu? Mengapa engkau diam saja tentang dia?’ Bahkan seandainya pun kau tidak pernah mengutuk Iblis sepanjang hidupmu, dan tidak menyebutnya sekalipun, engkau pun tidak akan ditanyai dan tidak akan dituntut oleh Allah nanti di hari kiamat. Tetapi jika kau pernah mengutuk seseorang makhluk Allah, kelak kau akan dituntut (pertanggungjawabannya oleh Allah SWT)”.

Artikel Lainnya

Oleh : Admin Al-Faradis

Safar

Oleh : Admin Al-Faradis

Pentingnya majelis ilmu

Oleh : Admin Al-Faradis

Tadabbur Az Zumar: 32

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Dar Al-Faradis

Alamat: Jl Muslimat Rt.08 Rw.06, Adiwerna, Tegal. Kontak: 081542427900

Lihat di Google Maps