Assalamu'alaikum
Kamis, 21 Sep 2023
  • Selamat datang di web Alfaradis.com.
  • Selamat datang di web Alfaradis.com.
19 Maret 2023

Safar

Ming, 19 Maret 2023 Dibaca 24x

Hal-hal berkaitan dengan Musafir

Keringanan yang didapatkan oleh seorang musafir adalah:

  1. Qashar shalat empat rakaat
  2. Jama’ antara dua shalat
  3. Boleh berbuka di siang Ramadhan
  4. Boleh mengusap dua sepatu selama tiga hari
  5. Tidak wajib shalat jum’at

Jarak safar

  • 4 burud : 89 km
    يَاأَهْلَ مَكَّةَ لاَ تَقْصُرُوا فيِ أَقَلِّ مِنْ أَرْبَعَةِ بَرْدٍ مِنْ مَكَّةَ إِلىَ عُسْفَان
    Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Wahai penduduk Mekkah, janganlah kalian mengqashar shalat bila kurang dari 4 burud, dari Mekkah ke Usfan”. (HR. Ad-Daruquthuny)
    Jarak antara Mekkah dan Usafan mencapai 89 Km, dan ini sesuai dengan apa yang dituliskan oleh Dr. Wahbah Az-Zuhaili di dalam kitab beliau, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu.
    وتقدر بحوالي (89 كم) وعلى وجه الدقة:88.704 كم ثمان وثمانين كيلو وسبع مئة وأربعة أمتار
    Dan dikonversikan menjadi sekitar 89 Km atau secara lebih presisi 88,704 km.
  • Nabi mulai mengqasar di jarak 3 mil
    عَنْ يَحْيَى بْنِ يَزِيدَ‏الْهُنَائِيِّ قَالَ سَأَلْتُ‏أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ عَنْ‏قَصْرِ الصَّلَاةِ فَقَالَ‏كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى‎اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏إِذَا خَرَجَ مَسِيرَةَ‏ثَلَاثَةِ أَمْيَالٍ أَوْ‏ثَلَاثَةِ فَرَاسِخَ شُعْبَةُ‏الشَّاكُّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ
    Dari Yahya bin Yazid al-Hanaa-i beliau berkata: Aku bertanya kepada Anas bin Malik tentang mengqoshor dalam sholat. Beliau berkata: Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam jika keluar sejarak 3 mil atau 3 farsakh – keraguan pada perawi bernama Syu’bah- beliau sholat 2 rokaat” (H.R Muslim) (Bulughul maram)
    1 mil = sekitar 1,6 km, sehingga 3 mil sekitar 4,8 km. Sedangkan 1 farsakh = 3 mil = sekitar 14,4 km.
    عَنِ اللَّجْلاَجِ ، قَالَ : كُنَّا‎نُسَافِرُ مَعَ عُمَرَ بْنِ‏الْخَطَّابِ فَيَسِيرُ ثَلاَثَةَ‏أَمْيَالٍ فَيَتَجَوَّزُ فِي‎الصَّلاَة وَيَفْطُرُ
    Dari al-Lajlaaj beliau berkata: Kami pernah safar bersama Umar bin al-Khottob. Beliau melakukan perjalanan sejauh 3 mil mengqoshor sholat dan berbuka” (riwayat Ibnu Abi Syaibah no 8221 juz 2 halaman 445).

Sebagian Ulama’ menyatakan bahwa jarak di bawah 3 farsakh yang disebutkan dalam hadits Anas maupun perbuatan Umar adalah jarak minimum permulaan boleh mengqoshor sholat dan berbuka (tidak berpuasa), bukan jarak total dari tempat asal ke tujuan.
Sebagai contoh, ketika Nabi melakukan perjalanan dari Madinah akan ke Mekkah, pada saat di Dzulhulaifah beliau sudah mengqoshor sholat (riwayat AlBukhari dan Muslim). Padahal jarak Madinah ke Dzulhulaifah adalah sekitar 6 mil atau sekitar 9,6 km

  • Hari Safar

Para Ulama juga berbeda pendapat dalam hal berapa lama masa tinggal seseorang di suatu tempat sehingga dianggap tetap dalam keadaan safar.

  1. 4 hari.
    Jika berniat tinggal di suatu tempat lebih dari 4 hari, maka ia bukan musafir lagi. Ini adalah pendapat Imam Ahmad bin Hanbal.
  2. Sama dengan pendapat pertama, namun hari keberangkatan dan hari kepulangan juga
    dihitung, sehingga total 6 hari.
    Ini adalah pendapat Imam Malik dan Imam Asy-Syafi ’i. Dalil pendapat pertama dan kedua adalah:
    يُقِيمُ الْمُهَاجِرُ بِمَكَّةَ‏بَعْدَ قَضَاءِ نُسُكِهِ ثَلَاثًا
    “Orang-orang yang berhijrah tinggal di Makkah setelah menyelesaikan manasik hajinya selama 3 hari” (H.R Muslim)
  3. 15 hari, sebagaimana pendapat Ibnu Umar dan Imam Abu Hanifah.
  4. 19 hari, pendapat dari Ibnu Abbas.
    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ‏‎رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا‎قَالَ أَقَامَ النَّبِيُّ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ‏وَسَلَّمَ تِسْعَةَ‏عَشَرَ يَقْصُرُ فَنَحْنُ‏إِذَا سَافَرْنَا
    تِسْعَةَ عَشَرَ‏قَصَرْنَا وَإِنْ زِدْنَا‎أَتْمَمْنَا
    Dari Ibnu Abbas radliyallaahu ‘anhumaa beliau berkata: Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam tinggal (di suatu tempat) selama 19 hari mengqoshor sholat, maka kami jika safar selama 19 hari mengqoshor sholat jika lebih dari itu kami sempurnakan sholat “ (H.R AlBukhari)
  5. Tidak ada batasan minimum masa tinggal (selama tidak berniat mukim)
    Tarjih Muhammadiyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin.

Tulisan Lainnya

Oleh : admin

Niat Mencari Ilmu

Oleh : admin

Larangan Menuduh

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

September 2023
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Info Pesantren

PONDOK PESANTREN DAR AL-FARADIS مَعْهَدُ دَارِ الْفَرَادِيْسِ

NSPN : 510033280102
Jl. Muslimat Harjosari Kidul, Adiwerna, Tegal
TELEPON 081542427900
EMAIL yayasan.alfaradis@gmail.com

PONDOK PESANTREN DAR AL-FARADIS.

BEDIRI DIATAS DAN UNTUK SEMUA GOLONGAN

SMP IT BERBASIS PESANTREN DAAR AL-FARADIS | TERAKREDITASI "B" DAN DITETAPKAN SEBAGAI SEKOLAH PENGGERAK | NPSN: 69917533

MADRASAH ALIYAH (MA) DAR AL-FARADIS | NSM: 131233280018

Alamat: Jl. Muslimat Harjosari Kidul, Rt.8 Rw.6, Adiwerna, Tegal. 52194. Jawa Tengah